Selamat Datang Di Web Prodi PIAUD

Program Studi PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) FTIK IAIN Palangkaraya

Pelatihan Akbar

Penampilan Grup tari PIAUD pada seminar Internasional INACELT 2017 FTIK IAIN Palangkaraya

PIAUD IAIN Palangkaraya MoU dengan PIAUD IAIN Surakarta

Bersama dekan, wakil dekan, ketua jurusan dan Dosen PIAUD IAIN Surakarta pada acara kunjungan sekaligus MoU

Kegiatan Bakti Sosial

Kegiatan Bakti Sosial oleh Prodi PIAUD IAIN Palangkaraya di Panti Asuhan Ayah Bunda Palangkaraya

Mahasiswa PIAUD Raih Prestasi Nasional

Penyerahan Piala bagi Pemenang lomba berkisah pada acara festival berkisah nasional 2017 di UIN Kalijaga Yogyakarta

Group Tari PIAUD IAIN Palangkaraya

Program Studi PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) FTIK IAIN Palangkaraya

Bunda Mahasantri

Program Studi PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) FTIK IAIN Palangkaraya

Senam Ceria

Program Studi PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) FTIK IAIN Palangkaraya

Senin, 29 Juni 2020

PENYELENGGARAAN WEBINAR #1 PPS PIAUD WILAYAH KALIMANTAN


Program Studi PIAUD IAIN Palangka Raya mendapatkan kesempatan dari Perkumpulan Program Studi (PPS) PIAUD Indonesia untuk menyelenggarakan webinar pertama untuk wilayah kalimantan. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Senin, 29 Juni 2020 mulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Webinar ini mengangkat tema "Kesiapan Lembaga PAUD Menghadapi Kebijakan The New Normal" dengan melibatkan beberapa Program Studi PIAUD pada perguruan tinggi di Kalimantan, di antaranya: IAIN Palangka Raya, UIN Antasari Banjarmasin, IAIN Samarinda, IAIN Pontianak, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, IAI Darussalam, dan STAI Kandangan. Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan dari Ketua PPS PIAUD Indonesia, yaitu Dr. Sigit Purnama, M.Pd.
Pada kesempatan ini, ada 5 Narasumber yang menyampaikan materi dengan subkajian yang berbeda-beda. Yaitu Dr. Hj. Rodhatul Jennah, M.Pd (Dekan FTIK IAIN Palangka Raya), Dra. Hj. Ikta Yarliani, M.Pd (Ketua Prodi PIAUD UIN Antasari Banjarmasin), Maulidya Ulfah, M.Pd.I (Dosen PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Siti Nor Asiah, M.Pd (Ketua Prodi S2 PIAUD IAIN Samarinda), dan Hj. Atikah, M.Pd (Ketua IGRA Kota Palangka Raya). Adapun selaku moderator yaitu Ali Iskandar Zulkarnain, M.Pd (Dosen IAIN Palangka Raya).

Rabu, 03 Juni 2020

SEKRETARIS PROGRAM STUDI PIAUD IAIN PALANGKA RAYA MENJADI NARASUMBER DALAM KEGIATAN WEBINAR SERI 2 PPS PIAUD INDONESIA

Pada kegiatan Webinar Seri 2 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Indonesia (PPS PIAUD Indonesia) dengan tema “Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Era New Normal”, Sekretaris Program Studi PIAUD IAIN Palangka Raya: Bapak Setria Utama Rizal, M.Pd mendapat kesempatan menjadi salah satu Narasumber pada kegiatan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan hari Rabu, 03 Juni 2020 pukul 09.00-11.30 WIB yang merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan webinar PPS PIAUD Indonesia yang rencananya akan dilaksanakan hingga akhir Juli 2020 .
Pada kesempatan ini, beliau membahas terkait analisis isu/kebijakan pendidikan di era New Normal dari tinjauan peserta didik/anak baik dari segi harapan, tantangan maupun solusi yang ditawarkan. Selain itu, ada beberapa pemateri lainnya, seperti: Prof. Dr. Hj. Warni Djuwita, M.Pd (Guru Besar Manajemen PAUD, UIN Mataram), Laili Ramadhani, M.A. (Dosen STIT Diniyah Puteri Padang), Dr. M. Yusuf Tahir, M.Ag., M.Pd. (Dosen UIN Alauddin Makassar), dan Siti Mumun Muniroh, M.A. (Dosen IAIN Pekalongan). Selaku Moderator yaitu Eman Sulaeman, M.Ag. (Dosen IAI Bunga Bangsa Cirebon)



Jumat, 10 April 2020

PROGRAM STUDI PIAUD IAIN PALANGKA RAYA BERBAGI KEPADA MAHASISWA DI MASA PANDEMIK



Tidak dapat dipungkiri, adanya penyebaran Covid-19 yang saat ini tengah melanda masyarakat Indonesia juga dapat dirasakan oleh sebagian mahasiswa PIAUD IAIN Palangka Raya yang masih berada di Kota Palangka Raya. Beberapa orang dari mereka memutuskan untuk tidak pulang kampung disebabkan beberapa alasan. Di antaranya karena terkendala biaya, kuliah sistem online yang tidak memungkinkan jika dilakukan di kampung asal mereka yang memiliki koneksi internet cukup sulit, dll. Di sisi lain, sebagian dari mereka memiliki keluarga yang juga turut mengalami perekonomian cukup sulit selama masa pandemik ini.
Melihat keadaan tersebut, maka Program Studi PIAUD IAIN Palangka Raya pada hari Jum’at 10 April 2020 berinisiatif untuk membagikan paketan sembako kepada 14 mahasiswa yang masih berada di Palangka Raya. Paketan ini berisi 2 kantong beras, minyak, gula, dan kebutuhan lain yang langsung diserahkan oleh Sekretaris Prodi PIAUD IAIN Palangka Raya: Bapak Setria Utama Rizal, M.Pd. Harapannya semoga dengan paketan tersebut, dapat sedikit membantu keperluan mereka untuk beberapa hari ke depan.

Minggu, 01 Maret 2020

PEMILIHAN PENGURUS HMPS PIAUD JURUSAN TARBIYAH IAIN PALANGKA RAYA PERIODE 2020-2021


Minggu, 01 Maret 2020. Mengawali pergantian bulan ini, HMPS PIAUD Jurusan Tarbiyah IAIN Palangka Raya melakukan pemilihan pengurus inti HMPS PIAUD Periode 2020-2021. Di mana pada periode sebelumnya, HMPS PIAUD IAIN Palangka Raya diketuai oleh Nahdiyatul Fitria Rizki. Kegiatan ini dilaksanakan di Lab PIAUD (Lantai 2 Gedung Lama FEBI).
Pada tahun ini, ada 3 calon ketua HMPS yang disodorkan. Yaitu: Terisia Astuti, Jihan, dan Nada Meylani. Pemilihan tersebut dilaksanakan berdasarkan calon dengan suara terbanyak, yang langsung dipilih oleh Mahasiswa PIAUD yang masih aktif pada semua angkatan.
Ketua HMPS PIAUD terpilih pada periode 2020-2021 adalah Terisia Astuti, yang pada periode sebelumnya sebagai Wakil Bendahara. “Ada beberapa program yang sudah mulai kami rencanakan bagi kepengurusan tahun ini. Selain itu, kegiatan senam ceria dengan anak-anak TK/RA di Kota Palangka Raya yang telah menjadi program sebelumnya akan terus kami laksanakan”, ujar Mahasiswi yang sedang berada di semester 4 ini.
Adapun susunan Pengurus Inti HMPS PIAUD Jurusan Tarbiyah IAIN Palangka Raya Periode 2020-2021 adalah sebagai berikut: Ketua: Terisia Astuti, Wakil Ketua: Nada Meylani, Sekretaris: Annisa, Wakil Sekretaris: Nor Hikmah, Bendahara: Nina, dan Wakil Bendahara: Adila.

Rabu, 26 Februari 2020

PENGANTARAN MAHASISWA MAGANG II PROGRAM STUDI PIAUD JURUSAN TARBIYAH FTIK IAIN PALANGKA RAYA

Pada pekan terakhir ini, seluruh Dosen Pembimbing serempak melakukan pengantaran mahasiswa Magang II Program Studi PIAUD Jurusan Tarbiyah FTIK IAIN Palangka Raya ke sekolah masing-masing. Kegiatan ini disambut baik dan hangat oleh pihak sekolah. Selain itu, hal tersebut juga merupakan tindak lanjut dari MOU yang telah dilakukan sekolah dengan Prodi PIAUD IAIN Palangka Raya.

Di TK Darussalam dengan Dosen Pembimbing Ibu Sri Hidayati, MA dengan jumlah mahasiswa bimbingan sebanyak 7 orang, pengantaran diwakili oleh Sekretaris Prodi PIAUD: Bapak Setria Utama Rizal, M.Pd dikarenakan bertepatan dengan kegiatan Pelatihan yang sedang beliau ikuti. Di RA Perwanida II, pengantaran dilakukan langsung oleh Dosen Pembimbing: Ibu Saudah, M.Pd.I. Begitu pula di TK Aqidah,  dengan Dosen Pembimbing Bapak Muzakki, M.Pd. Adapun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal II dengan Dosen Pembimbing Ibu Aghnaita, M.Pd. Di mana masing-masing dengan jumlah mahasiswa sebanyak 5 orang. Jadi, total keseluruhan ada 22 mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan Magang II ini.

Kamis, 20 Februari 2020

PROGRAM STUDI PIAUD JURUSAN TARBIYAH FTIK IAIN PALANGKA RAYA MELAKSANAKAN ORIENTASI MAGANG II


Program Studi PIAUD IAIN Palangka Raya telah melakukan orientasi magang II bertempat di ruang perkuliahan FTIK IAIN Palangka Raya. Pelaksanaan orientasi ini mengawali kegiatan magang II yang akan dilaksanakan pada Semester Genap Tahun Akademik 2019-2020 bagi Mahasiswa PIAUD yang berada pada semester 6. Selain itu, orientasi tersebut dilakukan sebagai bentuk pembekalan bagi Mahasiswa sebelum diantar ke sekolah masing-masing. Adapun mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan magang II ini berjumlah 22 orang, di mana pada semester yang lalu mereka telah melaksanakan kegiatan magang I.  Berbeda dengan magang I, pada magang II fokus praktik pembelajaran akan dilakukan pada Kelompok Bermain (KB). Sebagai calon pendidik, kegiatan ini nantinya dapat menjadi pengalaman dan pembelajaran secara langsung bagi mahasiswa terhadap apa saja yang terjadi di lapangan.

Pada kesempatan ini pula, Bapak Muzakki, M.Pd sebagai salah satu Dosen Pembimbing, sekaligus menjadi Pemateri pada kegiatan orientasi Magang II tersebut. Ada beberapa hal penting yang telah Beliau sampaikan, di antaranya tentang pembelajaran yang harus disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak dengan mengacu pada STTPA. Selain itu, Pemateri juga menegaskan bahwa untuk Kelompok Bermain (KB) pembelajaran masih bersifat sederhana namun tetap tidak meninggalkan esensi dari pembelajaran yang ingin diterapkan.
Sekretaris Program Studi PIAUD IAIN Palangka Raya, Bapak Setria Utama Rizal, M.Pd juga mengungkapkan jika kegiatan magang II telah mempertimbangkan beberapa TK/RA yang memiliki program KB. Sehingga, ada 4 TK/RA di Kota Palangka Raya yang rencananya akan menjadi tempat magang II tahun ini. Yaitu: TK Darussalam, TK Aisyiyah Bustanul Athfal II, RA Perwanida II, dan TK Aqidah. Selain itu, kegiatan dilaksanakan kurang lebih selama 2 bulan dengan 8 kali praktik mengajar, dan 1 kali di antaranya sebagai Ujian Akhir Semester (UAS).

Prodi PIAUD Silahturahmi dengan PD IGRA dan Kasi PenMad Kemenag Kota Palangka Raya


Prodi PIAUD Silahturahmi dengan PD IGRA dan Kasi PenMad Kemenag Kota Palangka Raya di RA Muslimat NU Kota Palangka Raya


Pembinaan Rutin di RA Muslimat NU Kota Palangka Raya


Kepala RA dan Guru RA Se-Kota Palangka Raya

Sambutan dan Sosialisasi Prodi PIAUD IAIN Palangka Raya

Sekprodi PIAUD Foto bersama Kasi PenMad dan Pengawas RA Kota Palangka Raya


Senin, 20 Januari 2020

Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini


Riski Maulinda Sari
1701180032
Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya
Jurusan Tarbiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini




A.    Pengertian Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
American Academy of Padiatrics 2012 dalam Maria dan Amalia (2016) menjelaskan perkembangan sosial emosional anak usia dini adalah kemampuan anak dalam mengelola dan mengekspresikan emosi secara lengkap baik emosi positif maupun negatif. Anak mampu berienteraksi dengan teman sebayanya atau orang dewasa disekitarnya secara aktif belajar dengan mengeksplorasi lingkungannya. Perkembangan sosial emosional adalah proses belajar anak dalam menyesuaikan diri untuk memahami keadaan serta perasaan ketika berinteraksi dengan orang-orang di lingkungannya yang diperoleh dengan cara mendengar, mengamati dan meniru hal-hal yang dilihatnya.
Menurut Nurjannah (2017) perkembangan sosial emosional anak usia dini merupakan proses belajar pada diri anak tentang berinteraksi dengan orang disekitarnya yang sesuai dengan aturan sosial dan anak lebih mampu dalam mengandalikan perasaannya yang sesuai dengan  kemampuannya dalam mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaannya yang diperoleh secara bertahap dan melalui proses penguatan dan modeling.
Berdasarkan dua pengertian di atas maka dapat disimpulkan perkembangan sosial emosional anak usia dini adalah proses perkembangan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya kepada orang tua, teman sebaya dan orang dewasa. Serta proses perkembangan keadaan jiwa anak dalam memberikan respon terhadap keadaan dilingkungannyan yang sesuai dengan aturan sosial yang diperoleh melalui mendengar, mengamati, meniru dan dapat distimulasi melalui penguatan dan modeling (contoh).
  
B.     Karakteristik Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Hurlock (1993) perkembangan emosi terjadi sangat kuat pada usia 2,5-3,5 dan 5,5 – 6,4 tahun.
  • .      Reaksi emosi anak sangat kuat, anak akan merespon peristiwa dengan kadar emosi yang sama. Semakin bertambah usia anak samakin mampu untuk mengontrol emosinya.
  • .      Reaksi emosi muncul setiap peristiwa dengan cara yang diinginkannya dan dengan waktu yang diinginkannya pula.
  • .      Emosi mudah berubah dan memperlihatkan reaksi spontanitas atau kondisi asli dan anak sangat terbuka dengan pengalaman-pengalaman hatinya.
  • .      Reaksi emosi berdsifat individual dan pemicu emosi yang sama, namun reaksi yang ditimbulkan berbeda-beda. Hal ini diakibatkan oleh factor pemicu emosi
  • .      Keadaan emosi anak dikendalikan dengan gejala tingkah laku yang ditampilkan dan anak sulit mengungkapkan emosi secara verbal dan emosi mudah dikenali melalui tingkah laku yang ditunjukkan.


Hurlock (1978) perilaku prososial yang umum terjadi pada diri anak diantaranya:
  • .      Meniru : melakukan perilaku orang dewasa disekitarnya
  • .      Persaingan : keinginan untuk mengungguli dan mengalahkan orang lain
  • .      Kerja sama : bermain koperatif bersama teman
  • .      Simpati : menggambarkan perasaan belas kasih atas kesedihan orang lain (KBBI)
  • .      Empati : menempatkan diri pada posisi kesedihan orang tersebut (KBBI)
  • .      Dukungan sosial : dukungan dari orang sekitar
  • .      Berbagi : memberikan miliknya kepada teman atau orang dewasa sebagai bentuk keperdulian
  • .      Perilaku akrab : hubungan erat dan personal dengan orang lain atau teman sebaya.


Selain perilaku prososial anak juga memiliki perilaku anti sosial:
  • .       Negatifisme : perilaku melawan otoritas orang dewasa
  • .      Agresif : perilaku menyerang jika diganggu orang lain
  • .      Perilaku berkuasa : menganggap semua benda miliknya
  • .      Memikirkan diri sendiri : mementingkan keinginan sendiri
  • .      Merusak : membanting atau menghancurkan barang-barang.

  
C.    Tahapan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Perkembangan sosial emosional anak merupakan perkembangan tingkah laku pada anak untuk dapat menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat. pada masa ini proses anak belajar dalam menyesuaikan diri dengan norma,  moral dan tradisi dalam masyarakat. Piaget dalam teorinya menyebutkan adanya sifat egosentris yang tinggi pada anak karena anak belum dapat memahami perbedaan perspektif pikiran orang lain. Pada tahap ini anak hanya mementingkan dirinya sendiri dan belum mampu bersosialisasi dengan baik dengan orang lain. (Nurmalitasari, 2015)
Menurut Hurlock 2000 dalam Musyafaroh (2017) untuk mencapai perkembangan sosial dan mampu bermasyarakat, seorang individu harus memerlukan tiga proses. ketiga proses tersebut saling berkaitan dan apabila terjadi kegagalan dalam satu proses dari tiga proses tersebut, maka akan menurunkan kadar sosialisasi individu tersebut. ketiga proses tersebut adalah; pertama, perprilaku yang dapat diterima secara sosial dan setiap kelompok masyarakat memiliki standar perilaku tersebut. Kedua, belajar memainkan peran sosial. Ketiga, perkembangan proses sosial yakni menyukai orang lain dan kegiatannya. Menurut Moh Padil dan Trio Supriyatno dalam Musyarofah (2017) perkembangan sosial anak dapat dilakukan dengan du acara: pertama, proses belajar sosial dan pembentukan loyalitas sosial.
Pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa proses sosial anak dapat dikembangkan dengan cara mengajak anak secara langsung berinteraksi dengan lingkungan sekitanya. Dengan demikian perlahan kemampuan bersosial dalam diri anak akan terus berkembang dan pada proses ini juga perkembangan emosi anak juga akan berkembang.
Musyafaroh (2017) Berdasarkan teori sosialisasi, anak dapat melakukan proses sosialisasi pasif maupun sosialisasi aktif. Teori sosialisasi pasif menerangkan bahwa anak hanya akan memberikan respon kepada orang tua dan mengabaikan orang lain. Teori sosialisasi aktif yakni sosialisasi yang dilakukan anak dengan mengembangkan peran sosialnya. Media yang berperan penting dalam mengembangan proses sosialisasi anak adalah: orang tua, sekolah, lembaga keagamaan, lingkungan sosial dan media massa.
Selanjutnya Campos dalam Nurmalitasari (2015) mendefinisikan emosi sebagai perasaan atau afeksi yang timbul saat seseorang berada dalam suatu keadaan yang dianggap penting. Emosi diwakilkan oleh perilaku yang mengekspresikan kenyamanan dan ketidaknyamanan terhadap situasi yang dialami. Emosi tersebut  dapat berupa rasa senang, takut, marah dsb. Adapun karakteristik emosi pada anak usia dini: berlangsung secara singkat dan berakhir tiba-tiba, terlihat lebih kuat dan hebat dan berlangsung singkat dan berakhir tiba-tiba. Emosi dikategorikan menjadi dua yakni emosi positif dan emosi negatif. Santrock mengungkapkan sebagian besar dipengaruhi oleh dasar bilologis dan pengalaman masa lalu.
Sebagian besar penelitian yang berkaitan pada dengan hubungan sosial manusia, menunjukkan, bahwa pengalaman sosial awal (keluarga) dan dimulai pada masa kanak-kanak dan akan menetap pada diri seseorang dan berpengaruh untuk kehidupan orang tersebut. Wulan dalam Mulyani 2014 Ada beberapa hal yang mempengaruhi pengalaman sosial pada anak usia dini, sebagai berikut:
  • .      Penyesuaian sosial, jika perilaku menyesuaikan diri pada anak berkembang dengan baik, maka akan menetap pada diri anak hingga ia dewasa.
  • .      Keterampilan sosial, sikap yang tertanam pada diri anak akan berpengaruh pada keterampilannya dalam bergaul.
  • .      Partisipasi aktif, pengalaman sosial sejak dini pada diri anak akan mempengaruhi keaktifan seorang anak dalam berpartispasi di masyarakat hingga ia dewasa.

Ketiga poin di atas saling berkiatan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Kemampuan menyesuaikan diri dengan baik akan memudahkan anak memiliki keterampilan dalam bergaul atau berteman. Dan memiliki kemampuan bergaul yang baik akan membuat anak giat dalam berpartipasi di lingkungannya. Aspek sosial emosional pada anak usia dini sangat penting dikembangkan sejak usia dini. Anak yang cerdas sosial emosionalnya akan mengatarkannya memiliki jaringan pergaulan yang luas dan kedepan anak akan memiliki keterampilan kerja sama yang baik dan memudahkannya dalam memperoleh pekerjaan.
   
Referensi:
Milyani. Novi. Upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini. Jurnal Raushan Fikr. Volume 3 Nomor 2 Januari 2014.
Maria. Ina dan Amalia. Eka Rizki. (2016). Perkembangan aspek sosial emosional dan kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk anak usia 4-6 tahun. Artikel
Musyafaroh. Perkembangan aspek sosial emosional anak usia dini di taman kanak-kakan ABA IV Mangli Jember tahun 2016. Jurnal INJECT Volume 2. Nomor 1. Juni 2017.
Nurmalitasari. Femmi. Perkembangan sosial emosional pada anak usia prasekolah. Bulletin Psikologi. Volume 23 Nomor 2. Desember 2015.
Nurjannah. Mengembangankan kecerdasan sosial emosional anak usia dini melalui keteladanan. Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam. Volume 14. Nomor 1. Juni 2017.

https://kbbi.kemdikbud.go.id/ . Kamus besar bahasa Indonesia. (Diakses pada tanggal 14 Januari 2020, 5.36 WIB)